JAKARTA– Pemerintah kembali mengakui gagal dalam program penanggulangan HIV/AIDS. Kegagalan itu disebabkan oleh masih rendahnya pengetahuan HIV secara komprensif di kalangan muda dan rendahnya penggunaan kondom pada kelompok beresiko.
“Pengetahuan soal HIV di kalangan muda masih rendah. Itulah sebabnya penularan infkesi baru HIV di kalangan muda sangat tinggi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung laksono usai rapat koordinasi tingkat menteri membahas pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, di Jakarta, Jumat (2/3).
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih memaparkan, terget penggunaan kondom pada kelompok perempuan beresiko sebanyak 35% sudah tercapai. Namun target pada kelompok laki-laki beresiko hanya tercapai 14% dari target 20% yang telah dicanangkan.
Lebih jauh Menkes mengatakan, target pengetahuan HIV secara komprehensif pada kelompok usia 15-24 tahun hanya berhasil mencapai 20,6% dari target 75% yang sebelumnya ditetapkan.
Agung menimpali lantaran rendahnya pengetahuan dan penggunaan kondom, maka kasus infeksi baru HIV cenderung mengalami peningkatan. Terdapat 10 provinsi dengan prevalensi infeksi baru HIV yang cukup tinggi, yaitu Jakarta, Papua, Jatim, Jateng, Bali, Jabar, Sulsel, Kalbar, NTB dan Riau.
Peningkatan infeksi baru HIV ini tidak hanya terjadi pada kelompok beresiko saja, tetapi pada infkesi pada ibu rumah tangga dan bayi juga mengalami peningkatan serupa.
Masih masifnya kasus infeksi baru HIV di Tanah Air, menurut Agung sangat mengancam upaya pencapaian target Indonesia bebas penularan infeksi baru pada 2015.
