Program KB Gagal, Keluarga Miskin di Indonesia Punya Banyak Anak

JAKARTA– Penduduk miskin perkotaan umumnya memiliki jumlah anak banyak, yaitu berkisar antara 3-6 orang anak.

Kesimpulan tersebut diambil dari riset Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada sejumlah provinsi dengan jumlah penduduk miskin perkotaan cukup tinggi.

BKKBN melakukan penelitian di tiga provinsi yang memiliki jumlah penduduk miskin perkotaan tertinggi di wilayah Jawa-Bali, luar Jawa-Bali I dan Luar Jawa-Bali II pada tahun lalu. Provinsi tersebut adalah Jawa Tengah, NTB dan Gorontalo.

“Banyaknya jumlah anak di keluarga miskin perkotaan akibat dari tingginya unmeet need (KB tidak terlayani) pada kelompok tersebut,” ujar Deputi Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Julianto Witjaksono, di Jakarta, Rabu (28/3).

Dari segi kependudukan fenomena pada keluarga miskin ini cukup memprihatinkan. Pasalnya, lanjut Julianto, anak-anak tersebut akhirnya ketika masuk pada usia produktif mayoritas dari mereka memiliki kualitas sumber daya yang rendah.

Di NTB misalnya, sebagian besar anak dari keluarga miskin perkotaaan tidak tamat SD. Akhirnya, mereka bekerja sebagai buruh bangunan atau pekerjaan serabutan lainya.

Yang menarik dari hasil penelitian adalah, mayoritas penduduk miskin di Mataram, NTB adalah penduduk asli. Sedangkan di Gorontalo dan Semarang, sebagian besar penduduk miskinnya adalah pendatang.

Lebih jauh dikatakan, disparitas tingkat kelahiran (TFR) pada kelompok masyarakat miskin dan non miskin masih jauh cukup tinggi, yaitu 3,0 berbanding 2,7 (Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI 2007).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *