JAKARTA– Direktur Regional WHO Kawasan Asia Tenggara Samlee Plianbangchang menyatakan negara wajib menyediakan kebijakan dampak ekonomi akibat penuaan.
“Pemerintah harus menyediakan sistem layanan kesehatan, memastikan kemandirian lansia dan menjamin mutu kehidupan mereka,” ujarnya di Jakarta, Jumat (6/4).
Menurut WHO, laju pertumbuhan lansia di dunia yang telah mencapai 11% pada 2006 bakal meningkat menjadi 22% pada 2050. Jika pada 2006 terdapat 650 juta lansia di dunia, maka pada 2050 jumlah lansia bakal mencapai 2 milyar jiwa.
Ketua Asosiasi Alzheimer Indonesia Martina Wiwi, penderita alzheimer dan dimensia di negara kita ditengarai terus meningkat. Dia menuturkan, pengobatan kedua penyakit ini cukup mahal, yaitu rata-rata bisa mencapai Rp7,5 juta per bulan.
Lantaran itu dirinya sangat berharap agar jaminan sosial bagi lansia bisa tersedia. Martina menyesalkan masih terbatasnya layanan daycare bagi kaum manula di Tanah Air. “Banyak lansia dari negara maju membatalkan liburan mereka ke Indonesia setelah tahu tidak ada fasilitas tersebut di sini.”
